HOS Tjokroaminoto, seorang tokoh
Pergerakan Nasional Indonesia, bapak guru bangsa, yang patut dijadikan
teladan bagi generasi muda saat ini. Satunya tindakan dengan perkataannya
membuat tokoh ini sangat dikagumi sekaligus dihormati oleh siapa saja yang
mengenalnya, yang saat ini sudah sangat langka ditemukan di masyarakat.
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Jumat, 19 Juli 2024
BIOGRAFI K.H. HASYIM ASY'ARI - PENDIRI NU
K.H. Hasyim Asy’ari, itulah nama yang ada di belakang nama besar Pondok Pesantren Tebuireng, begitu juga dengan NU yang merupakan Ormas terbesar di Indonesia. Tokoh “besar” yang mendirikan Pondok Pesantren Tebuireng pada 1899 dan NU pada 1926 ini adalah sosok kiai alias ulama, pejuang, sekaligus pembaru. Artinya, kontribusinya tidak hanya untuk Islam, agamanya, akan tetapi juga untuk Indonesia, bangsanya, serta sebagai tokoh pembaru di banyak bidang, seperti pendidikan. Kebesaran dan karismanya tak lekang oleh zaman dan tak lapuk oleh waktu. Hal ini terlihat pada pengaruh beliau dan hasil-hasil karya beliau, yang tidak hanya terbatas pada orang Jombang ketika itu, tapi juga bangsa Indonesia sampai zaman sekarang ini.
BIOGRAFI K.H. AHMAD DAHLAN - PENDIRI ORGANISASI MUHAMMADIYAH
Banyak hal yang patut dicontoh dari tokoh Kiai Haji Ahmad Dahlan ini. Hidupnya yang sangat sederhana, dharma bhaktinya dalam modernisasi pendidikan di Indonesia, dan jasanya dalam memajukan kaum perempuan, layak untuk dijadikan teladan bagi generasi muda. Untuk membangun bangsa, khususnya dalam mengisi kemerdekaan ini, bukan monopoli kaum pria saja. Namun, kaum perempuan juga terlibat bahwa sudah terbukti bahwa kaum perempuan mampu duduk sejajar, dan setingkat dengan kaum laki-laki. Hal ini merupakan salah satu hasil dari perjuangan Kiai Haji Ahmad Dahlan.
Selasa, 07 Mei 2024
PARA ILMUWAN MUSLIM TERKEMUKA
147 ILMUWAN TERKEMUKA DALAM SEJARAH ISLAM
“Kaum muslimin bisa kembali kepada kejayaan mereka di masa lalu dan memimpin dunia dalam bidang politik dan keilmuan, sebagaimana yang mereka rasakan pada masa lalu, ketika mereka kembali pada pemahaman hakekat kehidupan dalam Islam dan ilmu-ilmu yang direkomendasikan oleh Islam untuk dipelajari.”
Sejarawan, George Sarton (Dikutip dari bukunya "Timur Tengah dalam Literatur Amerika.”)
Silakan baca dan bagi yang membutuhkan klik ==> UNDUH
Langganan:
Postingan (Atom)




